Skip to main content

Aku mencarimu ke gunung Semeru!




Setiap pendaki memiliki sebuah alasan kenapa mereka harus pergi jauh dari perkotaan. Menikmati sebuah panorama yang tidak akan pernah di lupakan. Berjalan mendaki mengalahkan rasa lelah di tiap langkah. Sebuah pengalaman yang tidak pernah akan saya lupakan ketika saya bisa sampai di pijakan tertinggi pulau jawa pada saat itu. “gueeee bisaaaaa!” adalah kata yang pertama yang saya ucapkan ketika dipijakan terakhir di puncak gunung itu. Pertama dalam seumur hidup saya ketika mendaki dengan sebuah tantangan harus menaklukan gunung paling tinggi di pulau jawa. Sebuah pencapaian yang akan saya ceritakan kepada siapapun tentang apa yang saya rasakan pada saat itu. Bukan tentang fisik ataupun mental dari sebuah penaklukan ini tetapi tentang cerita yang tidak akan saya lupakan mengenai alasan kenapa saya pergi ke gunung ini.
Tidak tau apa yang saya fikirkan saat itu yang membuat saya ingin sekali menemuinya di gunung semeru. Persiapan di mulai ketika saya harus menyiapkan perlengkapan untuk berpetualang di gunung yang terkenal dengan ranu kumbolo nya ini. Seperti layaknya pendaki yang lain, saya meyiapkan peralatan seperti senter,matras,dll. Salah satu persiapan yang sangat saya ingat sekali ketika saya harus mempersiapkan sebuah tulisan yang akan saya bawa di puncak gunung semeru adalah sebuah tulisan ungkapan sebuah perasaan yang membeku pada saat ini. Berfikir layaknya seperti film di 5 cm saya menyiapkan apa yang akan menjadi sebuah romantisme dalam sebuah pertemuan yang walau semuanya sangat berbeda dengan film yang saya elukan. Ranu kumbolo adalah tempat yang saya persiapkan untuk berkata apa yang tidak bisa di ungkapkan. Tepat pukul 5 pagi ketika matahari sudah menyinari ke indahan ranu kumbolo dan tiba - tiba datang sebuah teriakan dari seorang teman yang mengetahui apa yang saya rasakan. “ndreeeee dia udah datang, lu kaga mau nemuin diee? Ucap teman saya,” iye bentar lagi gue bersih – bersih dulu, ucap saya”. Saya mendekat ke sebuah tenda yang tidak jauh dari tempat dimana kita bermalam. Sesampainya di tenda itu saya berkata kepada dirinya “hi! Jalan – jalan ke atas yuk”. suatu moment yang tidak akan saya lupakan dan terkhusus dengan orang yang menjadi alasan kenapa saya datang kesana. Waktu itu kami habiskan dengan obrolan ringan tentang masa depan paska belajar di tempat kami pada saat itu belajar. Percakapan yang saya harapkan bisa jauh menjadi percakapan tentang sebuah perasaan tidak tersampaikan dengan waktu yang terlalu singkat yang pada akhirnya di akhiri dengan sebuah foto yang sampai saat ini masih disimpan.
Ini adalah sebuah cerita tentang hati yang masih belum tersampaikan. Saya tidak peduli bahawasanya ini akan menjadi sebuah kenyataan tentang sebuah perasaan yang disambut dengan perasaan tetapi tentang keseriusan tentang apa yang dirasakan. “Thankyou for that feeling!” Adalah sebuah kalimat yang bisa saya sampaikan pada saat ini.

Gunung terdiam dalam lamunan tawarkan kesunyian mengusir  segala kepenatan semilir angin siap obati rasa rindu ketika kita pertama kali bertemu. Selalu ada kenangan dalam pengunungan. Kita melangkah bersama arungi kehidupan. Tanpa terasa sang waktu sudah memanggil memisahkan pria minang yang sedang kasmaran. Bukan tentang penyesalan tetapi hanya sebatas renungan takdir tak dapat dilawan atau disingkirkan. Alam pengunungan hadirkan lagi sebuah kenangan akan sebuah pertemuan dalam suatu ikatan sang kekasih berfikir untuk ini bisa abadi dan tersimpan kekal abadi bersama panorama alam kehidupan.

Comments

Popular posts from this blog

Throwaway society

the reality of the people like to use something with instantly and easily without think the future impact It has become common that every people tend to consume everything which is instant and easy for their consumption in daily life. People are namely “ throwaway society”. One of the reasons, this behavior occurs because the awareness is still lack from the inhabitants to know the consequences that will happen in the future. Lack of education concerning the rubbish and its impact as the certain reason why “ throwaway society” is always exist. For instance, Indonesia, one of the countries which produces the second highest rubbish in the world, mirrors the country living in the lack of education, in fact. This awareness will be appeared when the country educates their people to have their own consumption and the result, the habit of “ throwaway society” will be decreased also. This is one of example that this behavior is related that Indonesia is one of the country still ...

Do we need to learn handwriting?

Add caption It is true that people do not need to learn handwriting skill although that skill is paramount. Handwriting skill is commonly implemented in several fields like school, working office, and others but there are several reasons that it is not necessary for people to learn this skill. On the one hand, many institutions for the people to do activities like handwriting have had the sophisticated technology in this era. The worker in this modern technology era needs the efficient ways such as uncomplicated and fast. This reason will require the people able to manage a technology than using the traditional activities is like handwriting. On the other hand, using handwriting for certain people will waste much energy. In case, there is one moment when the lecturer commanded a student to write an article on the paper, it made him faster to feel exhausted than the lecturer ask him to use the certain equipment such as a laptop. This case is one of example that it was no...

Study in another city or country

to study in another city or country is are challanging Students have a choice to continue their studies closed to their families to find another university outside of their city. There are several merit and demerit between both of choises. One of the first benefits of taking university in their city is that they wil not be hesitants to adapt firstly when they are in the university because they are familiar with the environment. The student is not buffled to need someone if they grasp some problems in their university orientation and in fact they will feel comfort. Because of its comfort, it will make the students to be more focused on their study and the result, they will get achievement in first semester in their college as one step to find another achievement in the next semester of their college. However, for the students who like challenging, different environment, and something new, they will assume that getting college in their city is boring, so that it is not going t...