Foto ketika mengajar anak - anak yang tidak memiliki status kewarganegaraan di malaysia
Menurut hemat saya setiap orang memiliki kesuksesan yang berbeda dan menurut sudut pandang saya sukses tersebut adalah ketika kita bisa mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli oleh uang dan semua hal yang tidak bisa dibeli oleh uang seperti halnya anda bisa membeli kasur tapi anda tidak bisa membeli tidur yang nyenyak dan Itu yang saya rasakan ketika saya berada di daerah pinggiran Negara Malaysia tersebut. Selama satu minggu saya mengajarkan sebuah makna dari nama Indonesia yang di puja puja Negara atas kekayaan bangsanya yang besar kepada mereka korban dari sebuah kebijakan . Saya mengajarkan beberapa anak yang pada saat itu tidak memiliki sebuah hal yang seharusnya mereka miliki yaitu kwarganegaraan karena tidak mudah untuk menjadi seorang yang berada di posisi ini dari tidak dapat mengenyam pendidikan formal yang layak,sampai menjadi buronan di tengah Negara besar menjadikan sebuah permasalahan yang sangat besar bagi mereka.
Dari proses yang yang terjadi ketika saya di Malaysia membuat saya bisa
dekat dengan mereka dan salah satu anak dari sekolah klang tersebut sampai saat
ini masih dekat dan masih berhubungan dengan saya begitupun juga dengan
keluarga mereka. Sebuah nama gelar kata ‘’Cikgu kriting’’ membuat saya jauh
lebih bangga dari beberapa prestasi yang saya terima baik di universitas maupun
diluar universitas. Hal ini yang mengubah pola pikir saya untuk menjadi orang
yang bersyukur dengan sebuah masa lalu yang ternyata masih ada orang yang jauh
lebih tidak beruntung dari saya. Dari pengalaman golden yang saya dapatkan itu
juga mengajarkan saya bahwasanya kemiskinan adalah musuh terbesar yang
menggerogoti Indonesia saat ini. Dari sebuah alasan kenapa orang tua mereka
yang masuk ke Negara lain dengan jalur illegal adalah karna menghindari sebuah
beban bahwasanya mereka harus membayar berbagai macam administrasi seperti
pembuatan passport kerja,pajak,dan sebagainya yang itu cukup mahal. Dan itu
yang mengerakan saya untuk tetap pada mimpi saya bahwasanya saya harus menjadi
seorang bisnisman yang bisa menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang dapat
mengurangi beban Indonesia dalam melawan sebuah kemiskinan Negara ini. Dampak
dari itu membuat saya bisa berkreasi lebih jauh dengan berfikir secara matang
dalam meciptakan sebuah ide bisnis yang tidak jauh dari pendidikan seperti
KampungCourse.com,Guedateng.com,dan Ota English yang memudahkan mereka untuk
mecapai dan mendapatkan sebuah pendidikan yang akan berarti pada diri mereka
khsususnya yang berada di Indonesia.
Inti dari sebuah pengalaman ini semua adalah walau ada salah satu hal
yang bisa disampaikan bahwasanya kita tidak perlu punya banyak alasan untuk
memberikan kontribusi terhadap lingkungan di sekitar kita karena pada hakikat
nya kita punya banyak alasan untuk tidak melakukan itu semua seperti saya tidak
tinggal di kota besar,saya tidak punya banyak kesempatan seperti ‘’ini dan
itu’’ ,saya tidak bisa membaca buku seperti yang kamu baca,saya tidak memiliki
fasilitas yang tidak kamu punya,saya tidak sekolah di universitas negeri dan
lain lain. Tapi alasan tersebut tidak akan membawa kita menjadi sukses jadi sesuatu
yang harus kita lakukan adalah lupakan dari semua macam alasan yang kita miliki
dan mulai konsisten,tekun dengan apa yang kita miliki,dan jangan menyerah kalau
kita benar-benar suka terhadap apa yang kita lakukan dan saya percaya
bahwasanya itu semua akan terbayar untuk memberikan dampak kepada lingkungan
sekitar kita.


Comments
Post a Comment