Sebuah hal yang tidak bisa dipercaya
ketika aku harus jatuh cinta
kepada nya yang selalu menyakitiku
dikala masih belajar di sekolah dasar sampai berada di sekolah menengah
kejuruan. Hal yang benar – benar sangat menyakiti adalah ketika dia menghinaku
karena orang desa sepertiku tak pantas untuk mendapatkannya. Takdir
tuhanlah yang membuatku jatuh cinta
dan dialah yang menerangkan masa depanku serta memberiku harapan untuk mendekati impianku. Selama di sekolah saya hanya
menemui nya tidak lama dari 80 menit setiap minggunya dan itu jauh berbeda
dengan mereka matematika,kimia,dan fisika yang selalu memenuhi hari – hari di
sekolah maupun dirumah yang dulu salah satu dari mereka membuatku tertarik
tetapi dia (kimia) tidak selalu berdiri disampingku untuk menemani menggapai mimpi – mimpiku. Dia menarikku
ketika aku hampir jatuh ke jurang yang cukup dalam dan lalu dia menjadikanku
menjadi manusia baru yang memiliki semangat berjuang yang tinggi. Dia yang
menjadi jembatan ketika aku ditemukan oleh orang – orang hebat yang berperan
terhadap keberlangsungan masa depanku,dan dia menjadi sebuah zat yang bisa
menjadikan orang di lingkunganku menjadi bahagia dengan apa yg aku berikan
kepada mereka yang itu bukan uang,emas,perak,ataupun berlian tapi dia adalah subjek bahasa inggris.
Banyak mereka pelajar mengatakan
bahwasanya “ saya membenci bahasa inggris “ dan gimana dengan saya pada saat
itu? Jawaban nya adalah tidak jauh dari apa yang mereka rasakan juga. Saya
tidak membenci yang menurut saya kata membenci ini
adalah jauh sekali dari kata suka tetapi terlalu cuek atau tidak peduli adalah kata
yang pas saya gunakan untuk perasaan ini. Sebuah perspective dari dampak
tinggal di kota kecil yang membedakan dengan mereka yang tinggal di kota besar
yang bahasa inggris sudah menjadi keharusan bagi mereka untuk harus bisa
dikuasai. Saya melihat bahasa inggris itu suatu yang sangat penting baru ketika
saya sudah menjadi pengajar di kampung inggris yang memberikan saya pertanyaan
besar kenapa mereka yang berada dari universitas – universitas besar datang
kesini yang apakah mereka belum puas untuk mendapatkan pembelajaran di
universitas? Jawaban dari itu membuat saya paham setelah saya menemui mereka
tinggal berbulan – bulan di desa ini hanya untuk menguasai pembelajaran ini
untuk mereka bisa menggapai masa depan yang jauh lebih baik. Situasi seperti
inilah yang membuat saya menjadi lebih kuat karena kedatangan saya di kampung
ini bukan sebuah kecelakaan tetapi takdir tuhan yang membuat saya merasa
beruntung karena saya bisa merasa beberapa langkah dari mereka di tenggah
mereka harus berpacu dengan waktu se usai kelulusan mereka dari universitas.
Saya selalu menekankan kepada mereka yang mungkin saya rasa mereka satu nasib
dengan saya “ Kalian adalah orang yang
beruntung bisa datang kesini karena ditenggah kalian punya waktu untuk belajarbahasa inggris tetapi kalian juga
bisa menyusun
masa depan kalian bertemu mereka – mereka yang jauh lebih berpenggalaman dari
kalian”. statement tersebut yang selalu saya katakan kepada
teman – teman saya di kelas yang berasa rendah diri atau minder ketika mereka
bertemu dengan mereka – mereka yang lebih senior daripada mereka dalam belajar di
kampung inggris. Menurut saya subyek
bahasa inggris tidak melihat umur, pendidikan terakhir, asal, status social yang
membuat semua dari complement tersebut bisa satu ruang dan bersosialisasi satu
sama lain dan itulah yang membuat saya sangat mencintai subyek ini.
Luar biasa...
ReplyDeletemantep bang, suka bgt bacanya
ReplyDeleteMantap banget
ReplyDeleteFalling in love this story 😂
ReplyDeleteMantapp betul
ReplyDelete😍
ReplyDelete