![]() |
| Kampung course peringkat 2 start up competition di sucor sekuritas |
Kesalahan adalah dosa yang sangat besar untuk pelajar di
indonesia dan inilah penyakit yang sering terjadi di Indonesia secara tidak
langsung akan mengarahkan pelajar kita merasa takut untuk mencoba sesuatu dalam
sebuah kesempatan dalam pembelajaran. Selama 12 tahun saya merasakan hal itu
ketika saya menghabiskan waktu saya sebagai siswa di sekolah. Saya takut untuk
tunjuk tangan ketika hal tersebut tidak akan menjadi benar bagi saya tetapi
malah sebaliknya saya akan tunjuk tangan dan cendrung menjadi aktif ketika saya
paham mengenai pembelajaran tersebut (sesuatu kebiasaan yang aneh dan lebih cendrung ambil muka). Hal ini adalah sesuatu yang salah dalam bermindset secara tidak disengaja yang
membuat saya baru sadar akan hal itu. Kenapa saya baru sadar dengan hal ini
adalah sesuatu yang berlari dipikiran saya saat ini “andai dulu saya lebih
aktif di kala saya tidak paham,ini akan menjadi modal yang sangat berharga
ketika saya menjadi akan menguasai semua
pembelajaran yang diberikan guru saya”. Tapi biarlah mungkin pada saat itu saya
masih belum nge filter sebuah mindset
atau kebiasaan yang itu tidak baik.
Menjadi seorang yang risk taker atau mengambil sebuah resiko
dalam pembelajaran adalah sesuatu mindset yang sangat baik sampai saat ini
menurut saya karena itu mengarahkan saya untuk bisa mendapatkan ilmu yang
sangat bermanfaat dan cendrung mengangkat saya untuk berdiri di level yang
berbeda setelahnya. Banyak sekali yang saya lakukan dengan awalnya merasa tidak
siap untuk melakukan itu tetapi dengan sebuah pemikiran “ I should learn by
doing” menjadikan saya paham bahwasanya semuanya tidak sesulit yang
dibayangkan. Banyak sekali contoh yang sering terjadi pada diri saya dengan
berbagai macam resiko dalam mengambil beberapa kesempatan itu seperti menjadi
protocol assistant, kepala bidang secretariat,dan yang terakhir adalah sebagai
speaker di acara start up competition di succor sekuritas,salah satu perusahaan
terbesar yang mengatur saham beberapa perusahaan di Indonesia.
Di acara ini saya mendapatkan kesempatan untuk pitching atau
menjelaskan mengenai platform bisnis dalam waktu 3 menit dan ini adalah waktu
yang sangat singkat dikala harus berbicara secara persuasive atau mengajak
mereka (investor) untuk tertarik terhadap bisnis plan saya. Yang membuat saya
sangat gugup adalah beberapa adjudicator yang sangat paham dengan sebuah ide
bisnis yang akan memilih beberapa dari kita untuk menjadi pemenang dalam acara
ini. Semua dari pengalaman sebagai pembicara di beberapa acara yang saya miliki
menjadi hilang dikala bertemu dengan orang – orang ini (pengusaha besar yang
akan membiayai start – up anak muda di Indonesia). Semua perasaan gugup itu tidak lama dapat
saya tackle ketika saya terus berlatih bersama teman saya (danang as CEO yang
benar benar paham dengan Bisnis idea) berulang ulang kali untuk membuat saya akan lebih siap ketika menjadi orang yang menjelaskan bisnis idea dari team kita (kampung course). Kita menghabiskan waktu di beberapa tempat
untuk bisa berlatih untuk bisa menjelaskan bisnis plan yang sudah kita
persiapkan dari sebelum kita bertemu di Jakarta pada saat itu. Kesulitan yang
saya miliki adalah dengan waktu 3 menit saya harus bisa menjelaskan beberapa
sides yang di anggap penting dalam pitching saya.
Setelah beberapa jam berlatih bersama akhirnya tibalah waktu
itu untuk bertandingan adu gagasan atau idea bisnis dengan beberapa rival yang saya temui di acara itu dengan mereka yang memiliki penampilan sangat menarik dan terlihat it's like the people that has a lot of experiences regarding bisnis pitching. Yang saya pikirkan pada saat itu adalah “waaww they are very cool
with their visual”. Kenapa tidak most of them adalah mereka dari universitas
besar di Jakarta dan bahkan sudah lulus dari status mahasiswa dan hanya saya
yang saya pikirkan saat itu hanya saya yang terlihat sebagai mahasiswa berstatus semester 7 di salah satu universitas di Indonesia. Urutan ke
empat adalah waktu saya untuk stand in front of the investor dan itu adalah
waktu yang sangat singkat sekali antara participants satu dan lainnya. Dan
akhirnya waktu itu tiba ketika kita harus maju ke depan untuk menjelaskan
platform kampung course di depan investor dan yang membuat kita berbeda pada saat itu
adalah sebuah tepukan tangan dari beberapa participants ketika kita akan
memulai pitching bisnis ini. Saya sangat bangga dengan jaket yang saya gunakan
ini karena kita terlihat menjadi sebuah team yang siap dengan atribut ini
adalah atribut yang sederhana tetapi memiliki makna sebuah kerjasama dalam
team. ketika pitching sudah dimulai saya terlihat sangat gugup sekali dan tidak jarang terdengar sebuah suara yang gemetar ketika berbicara. Dan setelah lebih dari 7 menit dengan berbagai macam pertanyaan yang dilontarkan oleh para investor dan disini
saya merasakan team yang saya miliki sangat luar biasa yang membuat saya benar benar nyaman
untuk berdiri di depan investor. seusai waktu pitching saya bertemu dengan mereka yang sangat
capable dengan acara seperti ini dan memiliki jam terbang yang sangat tinggi
untuk melakukan semacam bisnis idea seperti ini dan saya sangat senang sekali
saya mendapatkan kesempatan untuk bisa diskusi dengan mereka. Pada pengumuman position
who will be the winner kita mendapatkan second position adalah sebuah rasa
kehormatan yang membuat saya sangat senang sekali pada saat itu yang walau
teman – teman saya mengharapkan nomor satu tapi tidak dengan saya yang sangat
bangga sekali dengan peringkat tersebut karena ini adalah kesempatan pertama saya
pitching di depan investor besar.
Pembelajaran yang saya dapat pada event ini adalah setiap
orang akan punya banyak alasan untuk tidak mengikuti berbagai macam event
seperti belum mendapatkan passion mereka, mereka merasa tidak akan mampu, dan
banyak alasan yang membuat mereka batal untuk terlibat di event impian mereka
tetapi alasan tersebut tidak akan mengarahkan mereka ke mimpi mereka dan yang
saya lakukan pada saat itu adalah membuang alasan itu dan lakukan apa yang saya
bisa maka hasil dari apa yang saya lakukan akan "payed off" atau terbayarkan.

Comments
Post a Comment