Skip to main content

Duet Islam dan kristen

Foto bersama-sama dengan teman berbeda agama di acara Youth Interfaith For Peace


Masih dengan sebuah event menarik. saya telah mengikuti berbagai macam event dari Bisnis, Diplomaci, lingkungan, pendidikan, dan olahraga membuat saya kali ini penasaran sekali dengan sebuah event yang menurut saya setiap mindset di Indonesia pasti akan ragu untuk mengikuti event yang mengarah kepada sebuah kepercayaan.
event dengan topic dialog antar lintas agama 
yang dinamakan Youth interfaith for peace adalah sebuah event yang menemukan antara umat islam dan Kristen untuk bisa saling menjelaskan satu sama lain. Inti dari acara ini adalah untuk melepas semua prasangka yang menjadi kuman di tiap ingatan antar umat beragama kepada agama lain. Dampak buruk dari sebuah prasangka akan menciptakan gap,diskriminasi,maupun permasalahan besar lainnya. Isu yang paling sering di goreng oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan perpecah belahan sebuah bangsa apalagi dengan bangsa yang majemuk seperti Negara indonesia.

Saya sangat senang sekali dengan cara dari event ini untuk bisa mendekatkan antara delegasi beda agama satu sama lain. Menurut saya masyarakat telah membuat ini menjadi sesuatu yang sangat sesitif dan pembicaraan seperti ini adalah sesuatu yang harus di hindari tapi setelah dari event ini membuat saya paham bahwasanya sebuah prasangka harus benar – benar di yakini bahwasanya itu akan menjadi sesuatu yang positif atau negative. Kami berangkat dari banyak nya perspective yang selalu kadang menyalahkan agama yang berbeda yang tanpa sadar itu akan menciptakan konflik.
Dari akhir cerita sebuah konflik yang menimbulkan sebuah peperangan akan melahirkan penderitaan baru bagi kedua kelompok yang terlibat di dalamnya, seperti ; banyak berjatuhnya korban jiwa,rusaknya infrastruktur, menimbulkan kerugian dalam bidang ekonomi,dan lain sebagainya. Sebagai hamba dari yang maha esa sebaiknya kita menerapkan hidup damai dan toleransi sesama manusia seperti yang di ajarkan panutan kita yakni para nabi yang selalu mengutuk sesuatu atas nama kekerasan.
Berikut adalah konflik – konflik agama yang pernah terjadi di bangsa ini :

1.      Konflik Ambon Islam dan Nasrani
Contoh konflik antar agama, pertama kali adalah konflik kerusuhan yang terjadi di ambon, Maluku tanggal 19 januari 1999. Konflik social ini dipicu permasalahan sederhana.Lalu pada akhirnya konflik menjadi semakin besar setelah ada ada berbagai isu yang menerpa yang pada akhirnya membakar amarah kedua belah pihak masing-masing orang muslim dan nasrani. Di laporkan konflik ini menyebabkan warga tewas 12 orang di tamah dan ratusan orang mengalami luka-luka. Sampai akhirnya konflik social ini mereda setelah adanya rekonsoliasi yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

2.     Kerusuhan Poso Islam dan Nasrani
Kerusuhan pada kota Poso, Sulawesi tengah ini juga sebuah contoh konflik atar agama yang dimana dampak mucul cukup serius. Konflik social di antara umat islam dan nasrani sampai berlarut panjang dan terbagi oleh tiga bagian di akibatkan kurang ditanggapi kurang serius sebelumnya. Ketiga waktu kerusuhan poso tersebut terjadi pertama kali diantara tanggal 25 sampai 29 desember 1998, Poso II terjadi antar tanggal 17 sampai 21 april 2000, sementara pada poso III terjadi antar tanggal 16 Mei sampai 15 Juni 2000. Tidak diketahui berapa jumlah korban juga kerugian yang di akibatkan oleh konflik ini. Yang pasti setelah penandatanganan deklarasi Malino tanggal 20 Desember 2001, atara kedua pihak bertikai, sudah berangsur-angsur membaik setelah deklarasi Malino sendiri yang di inisiasi Bpk. Jusuf Kalla.

3.     Konflik Tolikora Islam dan Nasrani
Konflik antar agama di kota Tolikora Papua, terjadi pada 17 Juli 2015. Konflik yang dimulai dengan adanya insiden ngawur pembakaran masjid dari para jemaat Gereja Injil itu diawali saat muslim hendak melakukan ibadah sholat idul fitri. Karena konflik ini menyebabkan dua orang tewas dan sekitar 96 rumah warga muslim di bakar. Beruntung upaya rekonsiliasi tersebut bisa segera dilaksanakan sehingga korban apapun tidak bertambah lagi.

4.     Konflik Agama Situbondo
Contoh konflik antar agama selanjutnya adalah di kota situbondo Jawa timur,pada tanggal 10 oktober 1996. Peristiwa ini terjadi dan dilatarbelakangi oleh sebab tidak puasnya kasus hokum yang menimpa salahs atu orang penghina agama islam. Karena tidak puas itu konflik terjadi, dimana pada saat itu dari pihak penista agama disembunyikan dalam gereja. Sehingga masyarakat mulai bergerak mencari cara masuk beberapa gereja, sekolah Kristen,sekolah katolik, juga toko milik para orang tionghoa di situbondo.

Pada event ini kita di ajak untuk menulis sebuah prasangka kita antara agama lain. dan dari kegiatan ini saya mencatat beberapa prasangka agama satu ke agama lainnya . beberapa prasangka dari agama Kristen ke islam dan juga sebaliknya antara islam ke Kristen. Dari semua tulisan yang dibuat dari teman-teman participants ini di sebuah poster, saya telah merangkum semua tulisan yang ada pada poster itu yang menandakan sebuah prasangka besar yang butuh klarifikasi lebih lanjut setelahnya. Berikut adalah beberapa prasangka tiap agama yang akan dipecahkan dalam diskusi ini :


Teman-teman Kristen ber-prasangka ke teman-teman moeslim


a.       Practism
-          Islam radikal
-          Poligami
-          Terlalu kaku ibadahnya
-          Tidak menjalankan ajarannya dg benar
-          Cewe/cowo gamau salaman sama yg bukan muhrim
-          Tidak boleh memberi bantuan kepada orang nonis


b.      Dogmatism
-          Tidak boleh menjadikan nonis sebagai karib
-          Pahala dicari dan dihitung dan bagaimana cara menghitungnya
-          Bank = riba = dosa
-          Music haram
-          Kristen itu kafir
-          Selamat natal haram
-          Bunuh kafir, oke!
-          Pemimpin org kafir dilarang dipilih.



Teman-teman Muslim ber-prasangka ke teman-teman kristen


a.       Practism

-          Ibadah yg terlalu simple
-          Tradisi nyanyinya rebut
-          Suka pesta
-          Doyan valentine nan
-          Tidak berpola hidup sehat
-          Gerakan ibadah tidak filosofis
-          Tidak ada yang hafal al qitab
-          Pendeta tidak boleh nikah
-          Penembusan dosa mengunakan materi

b.      Dogmatism

-          Tidak murni
-          Penuh perdebatan
-          Pemaksaann ( kristenisasi)
-          Bertuhan manusia
-          Tuhan nya banyak
-          Tuhan nya beranak

Pada moment ini yang paling menegangkan menurut saya. kita berdialog satu sama lain untuk menjelaskan pemahaman yang sebelumnya kita bungkus dalam bentuk prasangka. Antara satu side menjelaskan ke side yang lain tentang apa yang side lain pelajari pada agama nya. Memang sangat berat untuk berbicara mengenai dogmatism dan practism tetapi secara tidak langsung sesi ini mengarahkan  saya untuk memberikan pemahaman satu sama lain. Memang sesi ini dibuka dengan sebuah muka kesal dengan prasangka yang  mereka lihat ke agama nya  tetapi setelah sesi ini berakhir sebuah tangisan haru dari beberapa participants yang langsung memeluk teman beda agamanya  terjadi secara tidak direncanakan. “maafin aku ya tentang prasangka buruk ku ke kalian  ucap salah satu particpants,”. Ini menjadikan hari itu penuh dengan pembelajaran. Untuk menutup tulisan ini saya teringat dengan sebuah kata indah dari salah satu pemikir dunia yaitu albert einstien bahwasanya :
       Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. tetapi hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian






Comments

Popular posts from this blog

Throwaway society

the reality of the people like to use something with instantly and easily without think the future impact It has become common that every people tend to consume everything which is instant and easy for their consumption in daily life. People are namely “ throwaway society”. One of the reasons, this behavior occurs because the awareness is still lack from the inhabitants to know the consequences that will happen in the future. Lack of education concerning the rubbish and its impact as the certain reason why “ throwaway society” is always exist. For instance, Indonesia, one of the countries which produces the second highest rubbish in the world, mirrors the country living in the lack of education, in fact. This awareness will be appeared when the country educates their people to have their own consumption and the result, the habit of “ throwaway society” will be decreased also. This is one of example that this behavior is related that Indonesia is one of the country still ...

Do we need to learn handwriting?

Add caption It is true that people do not need to learn handwriting skill although that skill is paramount. Handwriting skill is commonly implemented in several fields like school, working office, and others but there are several reasons that it is not necessary for people to learn this skill. On the one hand, many institutions for the people to do activities like handwriting have had the sophisticated technology in this era. The worker in this modern technology era needs the efficient ways such as uncomplicated and fast. This reason will require the people able to manage a technology than using the traditional activities is like handwriting. On the other hand, using handwriting for certain people will waste much energy. In case, there is one moment when the lecturer commanded a student to write an article on the paper, it made him faster to feel exhausted than the lecturer ask him to use the certain equipment such as a laptop. This case is one of example that it was no...

Study in another city or country

to study in another city or country is are challanging Students have a choice to continue their studies closed to their families to find another university outside of their city. There are several merit and demerit between both of choises. One of the first benefits of taking university in their city is that they wil not be hesitants to adapt firstly when they are in the university because they are familiar with the environment. The student is not buffled to need someone if they grasp some problems in their university orientation and in fact they will feel comfort. Because of its comfort, it will make the students to be more focused on their study and the result, they will get achievement in first semester in their college as one step to find another achievement in the next semester of their college. However, for the students who like challenging, different environment, and something new, they will assume that getting college in their city is boring, so that it is not going t...